Umrah Intimate Faaza Travel

Group of smiling tourists posing in front of a large wooden gate and brick archway at a historic site.

Pernahkah Kamu membayangkan perjalanan umrah dimana setiap wajah di rombongan bukan lagi orang asing, melainkan keluarga?

Di Faaza Travel, kami sengaja membatasi rombongan maksimal 28 jamaah. Bukan sekadar mengejar kuota, melainkan memastikan setiap cerita dan niat mulia yang Kamu bawa benar-benar terlihat, didengar, dan didampingi dengan penuh totalitas.

Sejak manasik hingga melangkah di Tanah Suci, kita belajar saling kenal, saling jaga, dan saling menguatkan. Kita bukan lagi sekadar “satu bus”, melainkan satu keluarga kecil yang kelak bisa saling bersaksi: “Kami pernah bersujud dan berdoa bersama di tempat yang mulia.”

Jika Kamu merindukan ibadah yang lebih tenang, hangat, dan bermakna—mungkin ini adalah perjalanan yang selama ini Kamu tunggu.

Kelebihan Umrah Intimate


Akrab & Lebih Guyub

A woman dressed in white sitting in a wheelchair being pushed by a man also in white, both appear to be of Middle Eastern or South Asian descent, in an outdoor urban area.

Perhatian Personal

Dalam rombongan kecil, Kamu bukan sekadar angka di daftar peserta. Sejak sebelum berangkat, kami meluangkan waktu memahami kondisi dan kekhawatiran keluarga Kamu, sehingga tim kami bisa memberikan perhatian dan bantuan yang lebih pas di lapangan.

Two men smiling and forming a heart shape with their hands, standing outside with a large building in the background.

Pelayanan Penuh Totalitas

Bagi kami, pelayanan bukan sekadar hadir, melainkan tentang kesiapan untuk selalu ada. Setiap rombongan tetap didampingi utuh oleh 1 Tour Leader dan 1 Mutawif. Dengan mencurahkan perhatian untuk 28 jamaah—bukan 45 orang—fokus kami tidak pernah terbagi. Setiap sapaan, bantuan, dan doa Kamu tertangani dengan begitu penuh dan hangat.


Group of people dressed in white and black clothing at the Masjid al-Haram in Mecca, Saudi Arabia, with the Kaaba at the center and modern buildings in the background.

Dengan kuota terbatas, satu rombongan biasanya hanya berisi 5 sampai 10 keluarga. Dari manasik sampai di Tanah Suci, semua orang jadi saling kenal nama, saling peduli, dan merasa seperti jalan bareng keluarga sendiri.



Mengatur 28 orang jauh lebih efektif dibanding 45+ orang. Alur kumpul di bandara, persiapan umrah, hingga penyiapan kamar hotel berjalan jauh lebih efisien. Lebih sedikit waktu terbuang untuk menunggu, lebih banyak waktu untuk beribadah.

A white and yellow tour bus parked at an airport with baggage and a traveler with luggage. The airport terminal has large glass windows and modern architecture, illuminated by a tall street lamp, with a person working on luggage and others waiting nearby.

Efisiensi & Efektivitas Rombongan

Ada Pertanyaan?

Tenang, tim kami siap bantu kamu. Klik tombol di bawah dan ngobrol langsung lewat WhatsApp!