Keutamaan Kota Madinah: 18 Hadits Shahih tentang Kota Nabi ﷺ yang Perlu Kamu Tahu

Assalamu'alaikum warahmatullah, Sahabat Faaza.

Sebagian besar jamaah datang ke Madinah membawa rasa rindu yang belum bertemu wajahnya. Sudah lama mendengar nama kota ini, sudah sering melihat foto Masjid Nabawi, tapi belum benar-benar tahu apa yang membuat kota ini begitu istimewa di sisi Allah.

Artikel ini menjawabnya lewat 18 hadits shahih. Semuanya kami ambil dari Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, dan Sunan Ibnu Majah, lengkap dengan teks Arab, terjemahan, nomor, dan status. Tidak ada hadits dhaif yang kami selipkan supaya terdengar lebih "wah", karena keutamaan Madinah yang benar sudah lebih dari cukup untuk menggetarkan hati. Justru hadits-hadits lemah yang sering beredar di brosur travel kami daftarkan di bagian akhir, supaya kamu bisa membedakan mana yang bisa disampaikan tanpa ragu.

Baca ini pelan-pelan sebelum berangkat. Anggap ini bekal, bukan sekadar informasi.

Madinah adalah tanah haram, seperti Makkah

1. Madinah dijadikan tanah haram oleh Nabi ﷺ

الْمَدِينَةُ حَرَمٌ، مِنْ كَذَا إِلَى كَذَا، لاَ يُقْطَعُ شَجَرُهَا، وَلاَ يُحْدَثُ فِيهَا حَدَثٌ، مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Madinah adalah tanah haram, dari sini sampai sini. Pohonnya tidak boleh ditebang, dan tidak boleh diada-adakan perkara baru (kemaksiatan) di dalamnya. Barangsiapa mengada-adakannya, maka atasnya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia."

HR. Bukhari no. 1867 (dari Anas bin Malik r.a.) — Shahih

Madinah punya status khusus. Jagalah adabmu di sana sebagaimana kamu menjaga adab di Tanah Haram Makkah.

2. Satu garis nubuwah dengan Makkah

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا لاَ يُقْطَعُ عِضَاهُهَا وَلاَ يُصَادُ صَيْدُهَا

"Sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan Makkah sebagai tanah haram. Dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah — yang berada di antara dua bukit berbatu hitamnya — sebagai tanah haram. Pohon berdurinya tidak boleh ditebang dan hewan buruannya tidak boleh diburu."

HR. Muslim no. 1362 (dari Jabir bin Abdullah r.a.) — Shahih

Dua kota, satu garis kenabian. Makkah dimuliakan Nabi Ibrahim, Madinah dimuliakan Nabi Muhammad ﷺ.

Kota yang penuh doa keberkahan dari lisan Nabi ﷺ

3. Doa keberkahan untuk kota, buah, dan takarannya

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا وَفِي ثِمَارِنَا وَفِي مُدِّنَا وَفِي صَاعِنَا بَرَكَةً مَعَ بَرَكَةٍ

"Ya Allah, berkahilah kami pada kota kami, pada buah-buahan kami, pada mud kami, dan pada sha' kami — keberkahan di atas keberkahan."

HR. Muslim no. 1373 (dari Abu Hurairah r.a.) — Shahih

Rasulullah ﷺ membaca doa ini setiap kali dibawakan buah pertama musim panen, lalu memberikan buah itu kepada anak terkecil yang hadir. Jadi kurma dan buah Madinah bukan sekadar oleh-oleh. Ada doa Nabi ﷺ di baliknya.

(Catatan istilah: mud dan sha' adalah takaran bahan makanan zaman Nabi. 1 sha' kira-kira 4 mud, sekitar 2,5 sampai 3 kg.)

4. Keberkahan dua kali lipat dari Makkah

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بِالْمَدِينَةِ ضِعْفَىْ مَا جَعَلْتَ بِمَكَّةَ مِنَ الْبَرَكَةِ

"Ya Allah, jadikanlah di Madinah keberkahan dua kali lipat dari yang Engkau jadikan di Makkah."

HR. Bukhari no. 1885 dan HR. Muslim no. 1369 (dari Anas bin Malik r.a.) — Muttafaq 'alaih

Doa ini keluar dari lisan Nabi ﷺ sendiri, untuk kota yang menerima beliau saat kaumnya sendiri mengusirnya.

5. Doa agar kita mencintai Madinah

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَفِي مُدِّنَا، وَصَحِّحْهَا لَنَا، وَانْقُلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَةِ

"Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah, atau bahkan lebih. Ya Allah, berkahilah kami pada sha' kami dan mud kami, sehatkanlah kota ini untuk kami, dan pindahkanlah wabah demamnya ke Juhfah."

HR. Bukhari no. 1889 (dari 'Aisyah r.a.) — Shahih

Doa ini dibaca Nabi ﷺ ketika Abu Bakar dan Bilal r.a. jatuh sakit demam di awal masa hijrah, saat Madinah masih dikenal sebagai negeri berwabah. Kesehatan dan keberkahan Madinah yang kamu rasakan hari ini adalah buah dari doa beliau.

Keutamaan beribadah di Madinah

6. Satu shalat setara seribu shalat

صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

"Satu shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram."

HR. Bukhari no. 1190 dan HR. Muslim no. 1394 (dari Abu Hurairah r.a.) — Muttafaq 'alaih

Setiap waktu shalat di Masjid Nabawi adalah kesempatan yang tidak kamu dapat di tempat lain. Datang lebih awal, jangan tergesa-gesa.

7. Hanya tiga masjid yang layak dituju dengan perjalanan

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ ﷺ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

"Tidaklah dilakukan perjalanan (ibadah) kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjid Rasulullah ﷺ, dan Masjidil Aqsha."

HR. Bukhari no. 1189 dan HR. Muslim no. 1397 (dari Abu Hurairah r.a.) — Muttafaq 'alaih

Perjalananmu ke Madinah punya dasar langsung dari sabda Nabi ﷺ, bukan sekadar tambahan itinerary.

8. Raudhah, taman dari taman surga

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

"Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman surga, dan mimbarku berada di atas telagaku."

HR. Bukhari no. 1888 (juga no. 1196) dan HR. Muslim no. 1391 (dari Abu Hurairah r.a.) — Muttafaq 'alaih

Raudhah ramai dan waktunya terbatas. Ikuti jadwal tasrih dari pembimbing, dan jangan sampai menyakiti sesama jamaah hanya demi mendapat tempat. Adab tetap yang utama.

Jejak Nabi ﷺ di sekitar Madinah: Quba dan Uhud

9. Nabi ﷺ rutin ke Masjid Quba

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا

"Nabi ﷺ mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, kadang dengan berjalan kaki dan kadang berkendara." Dan Abdullah bin Umar r.a. pun melakukan hal yang sama.

HR. Bukhari no. 1193 (dari Abdullah bin Umar r.a.) — Shahih

Quba bukan destinasi tambahan. Ini kebiasaan Nabi ﷺ sendiri.

10. Shalat di Quba, pahala seperti umroh

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ، فَصَلَّى فِيهِ صَلاَةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

"Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu mendatangi Masjid Quba dan mengerjakan satu shalat di dalamnya, ia mendapat pahala seperti pahala umroh."

HR. Ibnu Majah no. 1412 dan HR. An-Nasa'i no. 699 (dari Sahl bin Hunaif r.a.) — Shahih (dishahihkan Al-Albani)

Berwudhu dari hotel sebelum berangkat ke Quba adalah bagian dari amalannya. Jangan tunda wudhu sampai di lokasi.

11. Gunung Uhud yang mencintai kita

هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ، اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ، وَإِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا

"Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tanah haram, dan sesungguhnya aku menjadikan (Madinah) yang berada di antara dua bukit berbatunya sebagai tanah haram."

HR. Bukhari no. 3367 (juga no. 4084) dan HR. Muslim no. 1393 (dari Anas bin Malik r.a.) — Muttafaq 'alaih

Saat berdiri di Uhud, ingatlah: di sinilah 70 sahabat gugur sebagai syuhada, dan gunung ini disebut Nabi ﷺ sebagai gunung yang mencintai kita.

Kota yang dijaga dan disucikan

12. Madinah dijaga para malaikat

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلاَئِكَةٌ، لاَ يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلاَ الدَّجَّالُ

"Di pintu-pintu masuk Madinah ada para malaikat. Tha'un (wabah) dan Dajjal tidak akan memasukinya."

HR. Bukhari no. 1880 dan HR. Muslim no. 1379 (dari Abu Hurairah r.a.) — Muttafaq 'alaih

Kota ini dijaga langsung atas perintah Allah. Ada ketenangan yang terasa berbeda saat kamu masuk ke sana.

13. Thaybah, kota yang membersihkan

أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ الْقُرَى، يَقُولُونَ يَثْرِبُ وَهْىَ الْمَدِينَةُ، تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

"Aku diperintahkan (berhijrah) ke sebuah negeri yang akan menaklukkan negeri-negeri lain. Mereka menyebutnya Yatsrib, padahal ia adalah Madinah. Ia membersihkan manusia (yang buruk) sebagaimana tungku api membersihkan karat besi."

HR. Bukhari no. 1871 dan HR. Muslim no. 1384 — Shahih

Dalam riwayat pelengkap dari Zaid bin Tsabit r.a. (Muslim no. 1384): "Sesungguhnya ia adalah Thaybah — yakni Madinah — dan ia membersihkan kotoran sebagaimana api membersihkan karat perak." Nama "Yatsrib" diganti Nabi ﷺ menjadi Thaybah atau Thabah, yang berarti baik dan wangi.

14. Iman kembali ke Madinah

إِنَّ الإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

"Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya."

HR. Bukhari no. 1876 dan HR. Muslim no. 147 (dari Abu Hurairah r.a.) — Muttafaq 'alaih

Madinah adalah tempat iman pulang. Banyak jamaah merasakannya sendiri saat sampai di sana, sebuah kelembutan hati yang sulit dijelaskan dengan kata.

15. Perlindungan bagi penduduk Madinah

لاَ يَكِيدُ أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَحَدٌ إِلاَّ انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ

"Tidaklah seseorang berbuat makar terhadap penduduk Madinah, melainkan ia akan lebur sebagaimana garam lebur di dalam air."

HR. Bukhari no. 1877 (dari Sa'd bin Abi Waqqash r.a.) dan HR. Muslim no. 1387 — Muttafaq 'alaih

Allah sendiri yang menjaga kota ini beserta penduduknya.

Kesabaran, wafat, dan cinta pada Madinah

16. Ganjaran sabar atas beratnya Madinah

لاَ يَصْبِرُ عَلَى لأْوَاءِ الْمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي إِلاَّ كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَوْ شَهِيدًا

"Tidaklah seorang pun dari umatku bersabar atas kesusahan dan beratnya (kehidupan) Madinah, melainkan aku menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada hari kiamat."

HR. Muslim no. 1378 (dari Abu Hurairah r.a.) — Shahih

Cuaca panas, antrean panjang, jalan kaki yang jauh, semuanya bagian dari perjalanan. Sabar di Madinah punya nilainya sendiri di sisi Nabi ﷺ.

17. Keutamaan wafat di Madinah

مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

"Barangsiapa mampu mati di Madinah, hendaklah ia mati di sana, karena sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi orang yang mati di sana."

HR. Tirmidzi no. 3917 (dari Abdullah bin Umar r.a.) — Hasan Shahih; juga diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad

Bahkan Umar bin Khaththab r.a. pun berdoa agar wafat di kota Nabi ﷺ (HR. Bukhari no. 1890).

18. Rindunya Nabi ﷺ pada Madinah

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ، وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

"Apabila Nabi ﷺ pulang dari suatu perjalanan lalu melihat dinding-dinding (bangunan) Madinah, beliau mempercepat laju untanya. Dan bila beliau menunggang hewan lain, beliau memacunya — karena cintanya kepada Madinah."

HR. Bukhari no. 1886 (dari Anas bin Malik r.a.) — Shahih

Kalau Nabi ﷺ saja mempercepat langkah karena rindu, wajar kalau hatimu terasa berat saat harus meninggalkannya nanti.

Hati-hati: hadits populer yang sebaiknya tidak dipakai

Bagian ini penting justru karena kami ingin amanah. Beberapa hadits berikut sering muncul di brosur dan konten travel, padahal statusnya dhaif (lemah) atau diperselisihkan. Kalau kamu menemuinya, kamu jadi tahu duduk perkaranya.

"Barangsiapa menziarahi kuburku, wajib baginya syafaatku." Status dhaif, riwayat Daruquthni dan Baihaqi, dinilai lemah oleh banyak ulama hadits. Ziarah ke Masjid Nabawi tetap disyariatkan, tapi dasarnya adalah hadits "tiga masjid" (nomor 7 di atas), bukan hadits ini.

Hadits Arba'in: shalat 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi membebaskan dari neraka dan kemunafikan. Dinilai dhaif oleh mayoritas ulama (HR. Ahmad dan Thabrani). Jangan dijadikan janji dalam paket atau iklan. Boleh disebut sebagai amalan yang diusahakan sebagian jamaah, dengan catatan status haditsnya.

"Barangsiapa haji lalu menziarahi kuburku setelah wafatku, seperti menziarahiku semasa hidupku." Status dhaif, sanadnya bermasalah.

"Madinah adalah kubah Islam, negeri iman, dan bumi hijrah." Status dhaif, sering dikutip tanpa takhrij.

Prinsipnya sederhana: keutamaan Madinah yang shahih sudah begitu banyak dan begitu indah. Tidak perlu menambahnya dengan yang lemah.

Penutup

Delapan belas hadits di atas semuanya shahih, jadi bisa kamu sampaikan dan renungkan tanpa ragu. Bawa satu niat sederhana saat berangkat: datang sebagai tamu, pulang sebagai orang yang lebih baik.

Madinah bukan sekadar pemberhentian kedua setelah Makkah. Ia kota tempat iman pulang, tempat Nabi ﷺ dimakamkan, tempat yang doanya masih terasa sampai hari ini. Semoga Allah memudahkan langkahmu ke sana.

Faaza Travel mendampingi kamu dari pendaftaran hingga pulang ke tanah air. Kalau ada yang ingin ditanyakan soal ziarah Madinah, jadwal Raudhah, atau persiapan keberangkatan, konsultasi gratis dengan tim kami lewat tombol WhatsApp di pojok halaman ini.

Bacaan lanjutan

Next
Next

Paspor Umroh 2026 — Biaya, Syarat, dan Cara Membuat (Panduan Lengkap untuk Calon Jamaah)